Adalah kebanggaan dan kehormatan besar bisa hadir dan duduk bersama dengan para junior yang luar biasa. Diantara beberapa aktivitas yang bentrok, akhirnya memilih dan ikicibung dalam acara capacity building ini. Bukan tanpa alasan, selain memastikan praktik baik yang sudah dilakukan selama ini, ada juga terobosan dan inovasi baru yang bersifat “breakthrough” yang diinisiasi. Dan inilah kesempatan baik untuk refresh, re-energize, terus belajar dan diajar.
Memikirkan, mendiskusikan, dan merumuskan rencana perjalanan yang cenderung endurance tentu begitu menantang. Sesuatu yang tidak mudah dengan jalan mendaki yang terasa begitu terjal. Maka perlu di-design khusus. Perlu keterlibatan dan kontribusi banyak pihak untuk mencurahkan gagasan terbaiknya. Harapannya didapatkan peta jalan yang lebih terukur. Pun begitu, hal-hal tak terduga yang mungkin muncul di kemudian hari tentu saja harus menjadi perhatian khusus. Risk management approach perlu juga diterapkan. Maka penguatan kapasitas yang mengkombinasikan design thinking dan future thinking menjadi tools yang sangat membantu. Tetapi, ada satu hal yang juga harus mendapat penguatan dalam menghadapi situasi yang begitu dinamis, kompleks, dan ketidakpastian. Hal esensial tersebut adalah membangun dan memperkuat sikap positif.

Dua hari ini, yang dilalui sampai larut malam, mencoba menempa diri, menyamakan persepsi dan saling memahami berbagai macam sudut pandang yang semuanya begitu bernilai. Penguatan sikap positif atau attitude ini begitu penting. Data-data empiris menunjukan bahwa sikap menyumbangkan rata-rata 85% untuk kesuksesan, sementara 15% ditunjang oleh skill dan kemampuan teknikal. Sikap bukanlah bakat atau kecerdasan, tetapi berpengaruh signifikan pada capaian. Untuk itu sikap positif bisa terus dilatih, diperkuat, dan ditingkatkan.

Setidaknya ada tiga faktor untuk membuat sikap positif untuk bisa dijaga dan terus meningkat sehingga menjadi lebih kuat. Faktor ini dapat menjadi kontrol yang baik untuk selalu bersikap dalam memberikan respon positif atas berbagai peristiwa yang telah, sedang, dan akan dialami. Faktor pertama adalah kekuatan spiritual, berupa pengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam melihat sisi positif dari setiap kejadian. Kuncinya adalah rasa syukur atas segala sesuatu yang didapatkan, yang baik dan buruk dalam pandangan kasat manusia. Bukankah ini keimanan yang hakiki, ketika memaknai semua fenomena yang muncul ini sebagai pelajaran berharga yang diberikan oleh Allah SWT. Setiap kejadian menjadi nilai lebih, setiap beban menjadi modal. Setiap tragedi atau kegagalan dibaliknya selalu ada hikmah. Walau harus ada air mata dan hati yang terluka, tapi bagaimana segera bangkit dan tidak menjadi duka nestafa.
Faktor kedua adalah tentang pembaharuan mimpi. Ternyata menantang diri sendiri untuk menetapkan mimpi yang lebih tinggi mendorong untuk lebih rajin, terus belajar, muhasabah diri, lebih berani, dan percaya diri melakukan hal-hal positif. Impian yang lebih besar memicu adaptasi terhadap situasi dan kondisi yang dinamis. Negosiasi dan penyelarasan dengan keadaan membuat tenggang rasa yang lebih luas, rasa hormat, lebih pro aktif, dan memufuk untuk berjiwa besar. Yang punya mimpi biasnya punya kontrol terhadap sikap dan pikirannya. Meletakkan impian pada posisi yang lebi tinggi, secara tidak langsung meningkatkan potensi yang dimiliki. Bukan untuk mengalahkan orang lain tetapi hakikatnya adalah menempatkan sesuatu yang lebih baik dengan standar diri sendiri.
Faktor yang terakhir adalah sikap antusias. Senantiasa bersemangat, memmberikan perhatian yang lebih, dan gigih dalam melakukan sesuatu. Sebuah pencapaian yang mengesankan, tak akan diraih tanpa antusiasme, kesungguhan, kegigihan, dan semangat untuk menggapainya. Pasionate dan semangat terhadap sesutu bisa terus ditingkatkan dengan terus menempa diri dengan kebiasaan-kebiasaan yang positif. Caranya sederhana dengan membiasakan diri untuk mendengar, melihat, membaca, berbicara, dan bergaul dengan orang-orang yang positif. Senantiasa bersyukur, punya mimpi yang lebih baik, dan antusiasme, Insya Allah dapat menghasilkan sesuatu yang dahsyat. Membawa ketenangan, kebahagiaan, keberkahan, serta kesehatan lahir dan bathin.
Leave a Reply